Pencarian

Karhutla di Sumsel Capai 1.926 Hektare hingga Juli 2026, OKU Jadi Wilayah Terluas dengan 516 Hektare

Sabtu, 15 Agustus 2026 • 16:39:01 WIB
Karhutla di Sumsel Capai 1.926 Hektare hingga Juli 2026, OKU Jadi Wilayah Terluas dengan 516 Hektare
Petugas memantau titik api karhutla di Sumatera Selatan yang mencapai 1.926,2 hektare hingga Juli 2026.

PALEMBANG — Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mencatat peningkatan signifikan luasan karhutla di Sumatera Selatan. Berdasarkan analisis citra satelit kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), lahan yang terbakar bertambah 1.261,4 hektare hanya dalam kurun waktu satu bulan.

Dari total 1.926,2 hektare yang terbakar, sebagian besar berada di lahan mineral seluas 1.857,7 hektare, sementara 68,5 hektare lainnya merupakan lahan gambut. Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sumatera Kemenhut, Ferdian Krisnanto, menyebut peningkatan ini menjadi peringatan serius menjelang puncak musim kemarau.

"Tentunya ini menjadi warning penting. Peningkatan signifikan dan ancaman ke depan dapat terjadi seiring dengan puncak musim kemarau yang terjadi Agustus-September," ujarnya di Palembang, Jumat.

Lima Kabupaten Penyumbang Karhutla Terbesar

Selain OKU yang mencatatkan 516 hektare, Kabupaten Banyuasin menjadi penyumbang terbesar kedua dengan 274,4 hektare, terdiri dari 256,9 hektare lahan mineral dan 17,5 hektare lahan gambut. Disusul Ogan Ilir dengan 272,5 hektare dan Ogan Komering Ilir (OKI) seluas 230,3 hektare.

Musi Banyuasin (Muba) mencatatkan 228 hektare dengan 29,1 hektare di antaranya lahan gambut, serta Muara Enim seluas 141,9 hektare. Sementara itu, Musi Rawas Utara (Muratara) terbakar seluas 111,9 hektare, dengan 19,9 hektare berada di area gambut.

Ancaman di Lahan Gambut dan Kondisi Lapangan yang Semakin Sulit

Kebakaran di lahan gambut menjadi perhatian khusus karena berpotensi menghasilkan emisi karbon lebih besar dan sulit dipadamkan. Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mencatatkan dua hektare lahan gambut terbakar dari total 57,4 hektare, sementara OKU Selatan dan OKU Timur masing-masing mencatatkan 55,2 hektare dan 23,2 hektare.

Wilayah perkotaan juga tak luput dari kebakaran. Prabumulih mencatatkan 7,3 hektare, Lahat 6 hektare, Palembang 1,5 hektare, dan Musi Rawas 0,6 hektare. Adapun Lubuklinggau, Pagar Alam, dan Empat Lawang tercatat nihil luasan karhutla.

Perbandingan Data Karhutla Empat Tahun Terakhir

Luasan karhutla hingga Juli 2026 lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2023-2025. Pada 2023 tercatat 1.178,5 hektare, kemudian turun menjadi 963,1 hektare pada 2024, dan meningkat kembali menjadi 1.382,4 hektare pada 2025. Angka tahun ini masih lebih rendah dibandingkan 2022 yang mencapai 2.445,7 hektare.

Ferdian menambahkan, kondisi di lapangan semakin mempersulit upaya pemadaman. Ketersediaan air mulai menipis, sementara operasi modifikasi cuaca (OMC) belum berjalan sesuai target karena minimnya awan potensial selama musim kemarau.

Penguatan Pencegahan Jelang Puncak Kemarau

Pencegahan dan penanganan karhutla perlu terus diperkuat, terutama menghadapi puncak musim kemarau pada Agustus-September. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah kebakaran meluas serta mengurangi dampak asap terhadap masyarakat.

Data ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memetakan wilayah rawan serta mengalokasikan sumber daya pemadaman secara lebih efektif, khususnya di daerah dengan luasan karhutla tertinggi seperti OKU dan Banyuasin.

Follow palembangtoday.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks