SUMATERA SELATAN — Google resmi memasarkan Pixel 11 Pro Fold di tengah persaingan pasar ponsel lipat yang semakin ketat. Namun, kesan pertama dari perangkat ini justru memunculkan pertanyaan besar soal kesiapan Google bersaing dengan Samsung dan Motorola di segmen premium.
Baterai Jadi Titik Terlemah Pixel 11 Pro Fold
Keluhan paling menonjol dari Pixel 11 Pro Fold dalam pemakaian sehari-hari adalah daya tahan baterainya. Baterai berkapasitas 4.700 mAh disebut tidak mampu bertahan hingga satu hari penuh dalam pemakaian normal.
Dalam beberapa hari pengujian, perangkat kerap masuk mode hemat baterai sebelum jam 7 malam. Kondisi ini memaksa pengguna untuk mengisi ulang daya di tengah aktivitas, sebuah pengalaman yang tidak ideal untuk segmen harga premium.
Kualitas Material Kalah dari Galaxy Z Fold 8
Dari sisi desain, Pixel 11 Pro Fold dinilai kalah nyaman digenggam dibanding Galaxy Z Fold 8. Meski perbedaan ketebalan hanya 0,5 mm, Samsung dinilai lebih unggul dalam hal finishing dan distribusi bobot.
Desain Pixel yang cenderung kotak dan adanya perbedaan ketebalan pada dua sisi perangkat juga dianggap aneh. Motorola Razr Fold, yang memiliki ketebalan sama, disebut tetap lebih nyaman di tangan.
Performa Kamera dan Lipatan Layar
Google masih mengandalkan sektor kamera sebagai nilai jual utama, namun peningkatan dari generasi sebelumnya dinilai tidak signifikan. Lipatan layar (crease) juga masih terlihat jelas, meski bukan masalah besar bagi sebagian pengguna.
Fitur Pengisian Cepat yang Menyelamatkan
Satu-satunya nilai positif yang tercatat adalah fitur "Extreme Charging Mode" yang memberikan kecepatan pengisian lebih baik dari generasi sebelumnya. Namun, fitur ini tidak mampu menutupi kelemahan fundamental kapasitas baterai.
Kekhawatiran Kualitas Unit Retail
Kekhawatiran tambahan muncul setelah unit review awal mengalami indikasi cacat pada engsel, berupa bunyi "pop" kecil saat perangkat dibuka. Belum ada konfirmasi apakah masalah ini akan muncul di unit retail yang beredar di pasaran.
Google masih memiliki waktu untuk memperbaiki persepsi pasar melalui pembaruan perangkat lunak yang dapat meningkatkan efisiensi baterai. Namun, kesan awal yang kurang meyakinkan ini bisa menjadi hambatan serius di pasar yang sudah dikuasai Samsung.