PALEMBANG - Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) bukan sekadar pintu masuk menuju Palembang.
Bandara berkode IATA PLM ini menjadi salah satu simpul transportasi utama Sumatera Selatan, melayani penerbangan domestik sekaligus internasional.
Bagi penumpang yang baru pertama kali datang ke Palembang, mengetahui fasilitas Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II cukup penting.
Informasi mengenai terminal, ruang tunggu, ATM, tempat ibadah, parkir, hingga akses LRT dapat membantu menentukan pilihan transportasi dan mengatur waktu sejak sebelum berangkat.
Secara administratif, bandara berada di Kelurahan Talangbetutu, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, tepatnya di Jalan Gubernur Asnawi Mangku Alam, Palembang 30155.
Data Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mencatat kode ICAO WIPP, kode IATA PLM, status penggunaan internasional, dan pengelolanya adalah PT Angkasa Pura Indonesia.
Aktivitas Bandara SMB II cukup besar. Data Kementerian Perhubungan menunjukkan sepanjang 2025 terdapat 1.552.927 penumpang, 10.620 pergerakan pesawat, dan 3.302.925 kg kargo.
Profil Singkat Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II
Sebelum membahas fasilitas satu per satu, ada baiknya mengenali karakter bandara ini terlebih dahulu.
Data penting Bandara SMB II
- Nama: Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II
- Kode IATA: PLM
- Kode ICAO: WIPP
- Lokasi: Talangbetutu, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang
- Alamat: Jalan Gubernur Asnawi Mangku Alam, Palembang 30155
- Penggunaan: Internasional
- Pengelola: PT Angkasa Pura Indonesia
- Klasifikasi: 4E
- Landasan pacu: 3.000 x 45 meter
- Data penumpang 2025: 1.552.927 penumpang
Status internasionalnya bukan sekadar label. Bandara SMB II kembali melayani penerbangan internasional reguler Palembang-Kuala Lumpur pada Juni 2025 melalui AirAsia setelah sebelumnya sempat vakum.
Fasilitas Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II
Data resmi Kemenhub mencantumkan area parkir, ATM, Flight Information Display System, dan masjid sebagai fasilitas umum bandara.
Terminal penumpang
Data Kemenhub mencatat luas gedung terminal 32.786 m² untuk kategori domestik, dan luas yang sama untuk kategori internasional. Karena bandara melayani penerbangan domestik dan internasional, alur perjalanan dapat berbeda bergantung pada jenis penerbangan.
Flight Information Display System (FIDS)
FIDS digunakan untuk memantau jadwal penerbangan, nomor gate, dan perubahan waktu keberangkatan. Fasilitas ini tercatat resmi dalam daftar fasilitas Bandara SMB II di Ditjen Perhubungan Udara.
ATM dan tempat ibadah
ATM tercatat sebagai fasilitas resmi, berguna bagi penumpang yang membutuhkan uang tunai untuk perjalanan darat setelah tiba di Palembang. Masjid juga tersedia sebagai fasilitas ibadah yang tercantum dalam profil resmi bandara.
Parkir di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II
Area parkir merupakan salah satu fasilitas yang secara resmi tercantum dalam profil Bandara SMB II, baik untuk kendaraan pribadi maupun kebutuhan parkir inap bagi penumpang yang bepergian beberapa hari. Tarif dan ketentuan parkir inap sebaiknya dikonfirmasi langsung kepada pengelola karena dapat berubah.
Pilihan Transportasi dari Bandara
SMB II terhubung dengan jaringan LRT Sumatera Selatan menuju koridor Jakabaring, dengan tarif Rp5.000 berdasarkan laporan Kementerian Perhubungan 2024. Selain LRT, penumpang juga bisa memilih taksi, transportasi daring, atau kendaraan pribadi/jemputan sesuai kebutuhan bagasi dan jumlah rombongan.
Penerbangan Internasional
Karena berstatus bandara internasional, penumpang rute Palembang-Kuala Lumpur perlu menyiapkan paspor, dokumen perjalanan, dan datang lebih awal untuk proses imigrasi.
FAQ
Di mana lokasi Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II?
Berada di Talangbetutu, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, Sumatera Selatan.
Apakah ada LRT dari bandara?
Ada, tarif Rp5.000 menuju koridor Jakabaring.
Apakah bandara ini melayani penerbangan internasional?
Ya, termasuk rute Palembang-Kuala Lumpur yang kembali dibuka Juni 2025.
Kesimpulan
Mengetahui fasilitas dan pilihan transportasi Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II sejak awal membuat perjalanan menuju maupun dari Palembang menjadi lebih terencana.