PALEMBANG — Peringatan Hari Lahir ke-76 Palang Merah Remaja (PMR) di Sumatera Selatan menjadi momentum bagi Ketua PMI Sumsel, Feby Herman Deru, untuk menekankan transformasi peran organisasi ini. Ia menegaskan bahwa PMR bukan lagi sekadar kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, melainkan garda terdepan dalam aksi kemanusiaan.
Transformasi PMR: Dari Ekskul ke Garda Terdepan Kemanusiaan
Dalam amanatnya, Feby mengingatkan sejarah panjang PMR yang lahir dari semangat kemanusiaan sejak Kongres PMI pada tahun 1950. Menurutnya, setelah 76 tahun berdiri, PMR telah mengalami berbagai transformasi signifikan.
"PMR bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler biasa, melainkan wadah pembinaan generasi muda melalui Tri Bakti PMR," tegas Feby di hadapan para anggota PMR yang hadir.
Relawan Muda Diminta Siap Siaga di Situasi Kebencanaan
Feby juga menyoroti peran strategis anggota PMR dalam berbagai situasi kebencanaan. Ia meminta para relawan muda untuk selalu siap menjadi garda terdepan dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Ia mengajak seluruh anggota untuk menanamkan semangat kemanusiaan sebagai bagian dari gaya hidup. "Kepada para pengurus dan anggota PMR, teruslah menebar kebaikan," ujarnya.
UIN Raden Fatah Diminta Perpanjang Dukungan Program Kemanusiaan
Dalam kesempatan yang sama, Feby menyampaikan harapannya agar dukungan dari UIN Raden Fatah Palembang tidak berhenti pada acara peringatan ini. Ia menginginkan kerja sama yang berkelanjutan untuk mendukung program-program kemanusiaan PMI ke depannya.
"Bantuan dari UIN Raden Fatah pun kami harapkan tidak hanya pada hari ini, tetapi dapat berkelanjutan untuk mendukung program-program kemanusiaan PMI," ujar Feby.
Sementara itu, Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Muhammad Adil, menyampaikan apresiasinya kepada PMI Sumsel atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. Apresiasi ini menandakan sinergi antara institusi pendidikan dan organisasi kemanusiaan di Sumatera Selatan.