PALEMBANG — Bantuan sosial perusahaan pelat merah di Sumatera Selatan tidak lagi berhenti pada paket sembako. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang memperluas sektor sasaran program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) pada enam bulan pertama tahun ini, mencakup pembangunan sarana ibadah hingga panti rehabilitasi disabilitas sensorik.
Manager Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menyebut perluasan ini merupakan bentuk komitmen perusahaan menghadirkan manfaat di luar layanan transportasi. "Melalui program TJSL, KAI Divre III Palembang terus hadir sebagai perusahaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.
Dana sebesar Rp 890.350.000 dialokasikan untuk masyarakat di wilayah operasional KAI Divre III Palembang, dari Palembang hingga Lubuklinggau.
Bantuan Tidak Hanya Berhenti pada Paket Sembako
Aida merinci, realisasi TJSL sepanjang Januari-Juni 2026 tidak hanya berupa pembagian paket sembako dan hewan kurban saat Iduladha. Perusahaan juga menyalurkan bantuan untuk pembangunan dan perbaikan sarana peribadatan, sekolah, lembaga kemasyarakatan, serta panti rehabilitasi penyandang disabilitas sensorik.
Kegiatan penghijauan dan penyediaan fasilitas umum turut masuk dalam daftar program yang berjalan. "Program dirancang agar tidak hanya membantu kebutuhan jangka pendek, tetapi juga memberikan dampak berkelanjutan bagi pembangunan sosial, ekonomi, dan lingkungan," kata Aida.
Integrasi Prinsip ESG dan Dukungan terhadap Asta Cita
Perusahaan mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam setiap program sosial yang dijalankan. Langkah ini disebut sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) serta Asta Cita Pemerintah melalui pemerataan kesejahteraan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Keberhasilan penyaluran bantuan, lanjut Aida, tidak lepas dari kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan organisasi sosial. Kerja sama ini memastikan setiap program dapat disalurkan secara tepat sasaran.
"Kami berharap program TJSL menjadi bukti bahwa kehadiran perusahaan tidak hanya menghubungkan perjalanan masyarakat, tetapi juga turut berperan aktif dalam menciptakan nilai sosial yang berkelanjutan bagi kemajuan Sumatera Selatan," tutup Aida.