PALEMBANG — Manggala Agni langsung bergerak ke titik api di samping ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Kayuagung-Palembang KM 356. Prioritas utama saat ini adalah pemadaman agar api tidak meluas ke area lain.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan, Ferdian Krisnanto, mengatakan asap dari karhutla ini cukup pekat hingga menutupi badan jalan. Kondisi itu jelas mengganggu jarak pandang pengendara yang melintas.
Polisi Turun Tangan Atur Lalu Lintas
Personel kepolisian telah ditempatkan di ruas tol untuk mengatur arus kendaraan. Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas menurunnya visibilitas pengemudi di sekitar lokasi kebakaran.
Hingga saat ini, luasan lahan yang terbakar dan penyebab pasti api masih belum bisa dipastikan. Ferdian menegaskan bahwa fokus utama petugas di lapangan adalah mengendalikan api terlebih dahulu.
"Penyebab dan luas lahan yang terbakar belum dapat dipastikan karena saat ini fokusnya melakukan pemadaman," katanya di Palembang, Selasa.
Pendataan Dilakukan Setelah Api Padam
Proses investigasi dan pendataan baru akan dilakukan setelah kondisi di lokasi dinyatakan aman. Petugas akan memastikan api benar-benar padam sebelum menghitung total area yang terdampak.
Ferdian menambahkan, pendataan menyeluruh akan segera dieksekusi begitu api berhasil dikendalikan. Hal ini penting untuk mengetahui skala kejadian dan langkah penanganan lanjutan yang diperlukan.
Pengguna jalan yang melintasi JTTS Kayuagung-Palembang, khususnya di sekitar KM 356, diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Patuhi arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama selama proses pemadaman berlangsung.
Karhutla di wilayah Sumatera Selatan memang kerap menjadi langganan di musim kemarau. Kejadian di ruas tol ini menjadi pengingat bahwa dampaknya tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.