Pencarian

InJourney: Marshal Mandalika Kini 100 Persen Lokal, Sudah Dipercaya Bertugas di Sirkuit Motegi dan Sepang

Rabu, 12 Agustus 2026 • 04:05:01 WIB
InJourney: Marshal Mandalika Kini 100 Persen Lokal, Sudah Dipercaya Bertugas di Sirkuit Motegi dan Sepang
Petugas marshal lokal Indonesia tengah bersiap menjalankan tugas di area sirkuit.

SUMATERA SELATAN — Transformasi ini diungkapkan SVP Corporate Secretary InJourney, Yudhistira Setiawan, dalam konferensi pers di Sarinah, Jakarta, Selasa (11/8/2026). Ia membandingkan kondisi saat gelaran perdana World Superbike (WSBK) 2021, di mana seluruh petugas marshal masih didatangkan dari luar negeri. Dua tahun berselang, kondisinya berbalik total.

"Tahun 2021 waktu WSBK pertama kali diadakan, semua marshal-nya 100 persen asing. Tapi dua tahun kemudian marshal-nya 100 persen lokal," ujar Yudhistira.

Dari Mandalika ke Motegi: Bukti Kompetensi SDM Lokal

Kepercayaan terhadap marshal lokal tidak berhenti di sirkuit kebanggaan NTB tersebut. Yudhistira menegaskan sejumlah nama telah ditugaskan untuk menangani balapan kelas dunia di luar negeri. Mereka tercatat bertugas di Sirkuit Motegi, Jepang, serta Sirkuit Sepang, Malaysia.

"Jadi ada beberapa marshal kita yang kemudian ditugaskan di Sepang, kemudian di Motegi Jepang," katanya.

Fenomena ini menjadi indikator bahwa kapabilitas tenaga teknis balap Indonesia diakui setara dengan standar internasional. Dorna Sports, selaku pemegang hak komersial MotoGP dan WSBK, dinilai memberi kepercayaan penuh kepada kru lokal untuk mengelola aspek keselamatan di lintasan.

Dampak Ekonomi Rp 4,96 Triliun dan Serapan Tenaga Kerja

Keberhasilan mencetak SDM ekspor hanyalah satu sisi dari manfaat penyelenggaraan MotoGP di Mandalika. InJourney mencatat gelaran MotoGP 2023 menyumbang dampak ekonomi signifikan bagi daerah, yakni mencapai Rp 4,96 triliun. Angka tersebut sekaligus membuka lapangan kerja yang menyerap hingga 3.000 tenaga kerja lokal.

Yudhistira menekankan bahwa dampak event internasional tidak bisa diukur semata dari jumlah penonton yang hadir. Ia menyebut multiplier effect dari sisi sosial dan ekonomi justru terasa lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.

"Ini membuktikan bahwa destinasi itu tidak hanya menciptakan satu jumlah wisatawan yang hadir, jumlah penonton yang hadir, tetapi menciptakan bagaimana economical impact, social impact yang kemudian manfaatnya dirasakan jauh lebih luas dari hanya sekadar rupiah. Ini yang penting bagi kami," pungkasnya.

Follow palembangtoday.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: money.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks