SUMATERA SELATAN — GIIAS 2026 mencatat 496.378 pengunjung. Namun, sorotan utama jatuh pada lonjakan aktivitas test drive yang menembus 26.000 trip. Data ini mengindikasikan konsumen otomotif Indonesia tak lagi mudah terpikat brosur atau lampu panggung.
Durasi Kunjungan Capai 5 Jam: Apa Pemicunya?
Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO, Anton Kumonty, menyebut durasi kunjungan tahun ini istimewa. Rata-rata pengunjung bertahan sekitar lima jam di area pameran, angka tinggi untuk standar pameran otomotif.
Fenomena ini lahir dari strategi pabrikan yang memamerkan 37 kendaraan baru sekaligus. Pengunjung tidak sekadar melihat desain, tetapi antre merasakan akselerasi, kenyamanan suspensi, hingga respons fitur keselamatan di sirkuit uji. Semakin banyak pilihan, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk membandingkan.
26.000 Trip Test Drive: Tanda Konsumen Makin Rasional
Lonjakan 30 persen aktivitas test drive menjadi angin segar bagi industri. Minat beli masyarakat tetap tinggi meski kondisi ekonomi belum pulih sepenuhnya, tetapi kini dibarengi kehati-hatian.
Calon pembeli ingin memverifikasi klaim pabrikan secara langsung. Mereka mengecek tenaga mesin sesuai spesifikasi, menguji kabin senyap, atau memastikan fitur ADAS berfungsi mulus di jalanan padat. Test drive menjadi filter terakhir sebelum keputusan finansial besar diambil.
Membaca Lonjakan Angka dengan Kritis
Angka 26.000 trip terdengar mengesankan, tetapi perlu dicermati bahwa itu adalah total trip, bukan jumlah individu unik. Satu pengunjung bisa melakukan beberapa kali uji coba untuk merek berbeda atau mengulang model yang sama. Ini wajar, tetapi tidak bisa langsung disimpulkan setara 26.000 unit potensial terjual.
Antrean panjang di area test drive juga berpotensi menjadi bumerang. Waktu tunggu yang terlalu lama bisa memicu frustrasi dan membuat pengunjung meninggalkan booth. Penyelenggara dan pabrikan wajib memastikan manajemen antrean tetap nyaman, karena aspek kenyamanan dan keselamatan menjadi sorotan utama tahun ini.
Kesimpulan: Euforia yang Harus Dikawal Data Penjualan
GIIAS 2026 membuktikan pameran fisik masih relevan di era digital. Sensasi membuka pintu mobil, mencium aroma kabin baru, dan merasakan hentakan tenaga mesin tidak bisa direplikasi lewat konten online. Data kunjungan dan test drive menjadi indikator kuat bahwa industri otomotif nasional bergairah.
Indikator kesuksesan sesungguhnya baru terlihat dalam 2-3 bulan ke depan. Pertanyaannya, akankah antusiasme ini terkonversi menjadi angka penjualan ritel yang solid? Euforia di pameran sering kali tidak berbanding lurus dengan realisasi pembelian, terutama untuk segmen elektrifikasi yang harganya masih premium. Data wholesales dan retail sales bulan depan akan menjawab apakah tren positif ini benar-benar berkelanjutan.