SUMATERA SELATAN — Dua spanduk berukuran besar itu dibentangkan Bad Gones pada Selasa (11/8) malam waktu setempat. Tulisan bernada ancaman itu bukan sekadar provokasi, melainkan representasi kemarahan publik atas kebijakan kontroversial Infantino yang dinilai mengancam masa depan sepak bola Eropa.
Pemicu Kemarahan: Rencana Jual Saham Piala Dunia
Kemarahan ultras Lyon ini dipicu oleh rencana Infantino yang hendak menjual hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta. Proposal yang dikenal sebagai FIFA Forward Enterprise (FFE) itu memicu penolakan luas karena dinilai dibuat tanpa konsultasi yang cukup dengan anggota FIFA.
Tekanan terhadap Infantino kian besar setelah UEFA, AFC, dan CONCACAF disebut tengah membahas kemungkinan membentuk kompetisi tandingan Piala Dunia. Langkah ini merupakan respons langsung atas kebijakan yang dianggap merusak tatanan sepak bola global.
Dukungan Politik Menyusut Jelang Pemilihan 2027
Situasi politik di tubuh FIFA kini berubah drastis. Infantino yang sebelumnya diperkirakan terpilih tanpa lawan pada pemilihan presiden Maret 2027, kini kehilangan sejumlah dukungan kunci dari berbagai federasi nasional.
Laporan The Telegraph menyebutkan, dari total 211 anggota FIFA, hanya 73 negara yang masih mendukung Infantino. Sebaliknya, 124 negara dilaporkan menentang kepemimpinannya, sementara belum ada kandidat resmi yang berani maju menantangnya.
Kronologi Ketegangan dengan UEFA
Ketegangan antara FIFA dan UEFA sebenarnya sudah berlangsung lama, namun rencana FFE menjadi puncak konflik. Bad Gones, yang dikenal sebagai salah satu kelompok ultras paling vokal di Prancis, memanfaatkan laga kandang Lyon sebagai panggung protes politik.
Aksi spanduk ini menjadi sinyal bahwa perlawanan terhadap Infantino tidak hanya terjadi di ruang rapat federasi, tetapi juga di tribun stadion. Para suporter mulai mengambil peran dalam tekanan publik yang dihadapi presiden FIFA tersebut.
Nasib Sepak Bola Eropa di Persimpangan
Ancaman pembentukan kompetisi tandingan Piala Dunia oleh UEFA dan konfederasi lainnya bisa menjadi skenario terburuk bagi Infantino. Jika terealisasi, hal ini akan memecah belah ekosistem sepak bola internasional yang selama ini berada di bawah kendali FIFA.
Hingga berita ini diturunkan, Infantino belum memberikan tanggapan resmi terkait spanduk protes Bad Gones maupun rencana kompetisi tandingan. Yang jelas, masa depan kepemimpinannya kini berada di titik paling rapuh sejak menjabat presiden FIFA.