KAYUAGUNG — Ribuan lampu di area Taman Makam Pahlawan (TMP) Kesuma Bangsa Kayuagung dipadamkan serentak Jumat (14/8/2026) malam. Dua obor kemudian dinyalakan sebagai simbol penghormatan terakhir bagi para pejuang yang gugur, menandai dimulainya rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Apel kehormatan dan renungan suci yang berlangsung pukul 23.30 WIB itu dihadiri langsung oleh Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki beserta jajaran Forkopimda. Letkol Inf Gunawan Wibisono SH membacakan naskah apel kehormatan di hadapan para pejabat daerah dan keluarga pahlawan yang hadir.
Pesan Dandim: Semangat Juang Berbeda, Tapi Esensinya Sama
Dalam kesempatan itu, Gunawan menegaskan bahwa malam renungan suci bukan sekadar seremoni tahunan. Menurutnya, momen ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini lahir dari pengorbanan nyawa para pendahulu.
"Malam ini kita hadir untuk mengenang dan menghormati para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan. Pengorbanan mereka menjadi amanah bagi generasi penerus untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara," ujarnya di bawah cahaya obor.
Gunawan menambahkan, bentuk perjuangan generasi sekarang tentu tidak lagi mengangkat senjata. Namun, esensi pengabdiannya tetap sama, yakni memberikan kontribusi terbaik bagi negeri.
"Perjuangan hari ini tentu berbeda dengan perjuangan pada masa lalu. Namun, semangatnya tetap sama, yakni memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara. Mari kita isi kemerdekaan dengan kerja nyata, menjaga persatuan dan memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat," ungkapnya.
Bupati OKI: Kemerdekaan Bukan Hadiah, Tapi Hasil Perjuangan Panjang
Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi refleksi kolektif atas sejarah panjang bangsa. Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan tidak datang secara cuma-cuma, melainkan melalui proses panjang yang penuh pengorbanan.
"Kemerdekaan yang kita rasakan hari ini tidak datang begitu saja. Ada pengorbanan, air mata, bahkan nyawa yang diberikan para pahlawan. Karena itu, momentum renungan suci ini mengingatkan kita untuk tidak melupakan sejarah dan terus menghargai jasa mereka," kata Muchendi.
Menurutnya, tanggung jawab generasi penerus saat ini adalah menerjemahkan semangat perjuangan ke dalam aksi pembangunan yang berdampak langsung pada masyarakat. Bupati menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah dinamika kebangsaan.
"Kalau dulu para pahlawan berjuang dengan senjata, hari ini perjuangan kita adalah membangun daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga persatuan. Semangat perjuangan itu harus terus kita hidupkan dalam setiap pengabdian," ujarnya.
Suasana hening menyelimuti area pemakaman saat pembacaan naskah renungan suci berlangsung. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan penghormatan terakhir kepada arwah para pahlawan yang bersemayam di TMP Kesuma Bangsa.