OGAN KOMERING ILIR — Jajaran Polres OKI mengumpulkan kepala desa dan unsur Forkopimcam Kecamatan Lempuing Jaya dalam sosialisasi pencegahan Karhutla di Desa Mukti Sari, Sabtu (8/8/2026) pagi. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat setempat.
Kolaborasi dengan pemerintah desa dinilai strategis karena posisi kepala desa berada di garis terdepan pengawasan lingkungan. Mereka dianggap mampu menggerakkan warga dan memantau titik-titik rawan kebakaran secara langsung.
Mengapa Kepala Desa Menjadi Kunci Pencegahan Karhutla?
Keterlibatan aparat desa bukan tanpa alasan. Pemerintah desa memiliki akses langsung ke tingkat RT/RW sehingga pengawasan terhadap lahan yang berpotensi terbakar bisa lebih ketat dibandingkan aparat kepolisian yang terbatas jumlahnya.
Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat mendapat edukasi mengenai bahaya Karhutla. Dampak buruknya terhadap kesehatan, kerusakan lingkungan, hingga terganggunya kehidupan sosial turut disampaikan secara gamblang.
Pesan Tegas: Jangan Membuka Lahan dengan Cara Membakar
Pesan utama yang ditekankan polisi kepada warga sangat jelas. Membuka lahan dengan cara membakar dilarang keras karena dampaknya tidak hanya dirasakan pelaku, tetapi seluruh warga Sumatera Selatan.
Kabut asap akibat Karhutla setiap tahun menjadi momok bagi warga Sumsel. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari, tetapi juga berpotensi melumpuhkan transportasi dan sektor pendidikan.
Melalui keterlibatan langsung kepala desa, diharapkan kesadaran masyarakat untuk tidak membakar lahan meningkat. Upaya pencegahan sejak dini ini jauh lebih efektif dibandingkan penanganan saat api sudah membesar.
Polda Sumsel bersama Polres OKI berkomitmen terus melakukan patroli dan sosialisasi serupa di kecamatan lain yang rawan Karhutla. Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci utama mencegah Sumsel kembali diselimuti asap.