PALEMBANG — Enam wilayah di Sumatera Selatan terdeteksi diselimuti kabut asap berdasarkan pantauan ASMC ASEAN. Kabut tersebut meliputi Palembang, Ogan Ilir, Musi Banyuasin, Banyuasin, Muara Enim, dan Ogan Komering Ilir (OKI), menyusul lonjakan titik panas yang terjadi dalam tiga hari terakhir.
Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) dari DLHP Provinsi Sumsel pada pukul 07.00 WIB menunjukkan tiga wilayah berada di zona merah dengan kategori sangat tidak sehat. Palembang mencatat nilai 210, Ogan Ilir 245, dan PALI 226. Musi Banyuasin menyusul dengan kategori tidak sehat pada angka 130.
Lonjakan Titik Panas: Dari 449 ke 1.742 dalam Tiga Hari
Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, menyebut peningkatan titik panas terjadi signifikan sejak 20 Agustus. Tercatat 449 titik pada tanggal tersebut, lalu naik menjadi 600 titik sehari kemudian, dan melonjak drastis menjadi 1.742 titik pada 22 Agustus.
Meski angkanya tinggi, Sudirman mengingatkan bahwa hotspot tidak otomatis berarti kebakaran. "Hotspot merupakan indikasi panas yang terdeteksi melalui sistem pemantauan. Kondisi tersebut berbeda dengan fire spot yang menunjukkan lokasi kebakaran," ujarnya.
Sebaran Titik Panas dan Total Karhutla 2026
Distribusi titik panas terbanyak tercatat di Kabupaten OKI dengan 48 titik dan Musi Banyuasin 271 titik. Menyusul Muara Enim 167 titik, Banyuasin 128 titik, OKU Timur 56 titik, serta Muratara dan PALI masing-masing 50 titik.
Total kejadian karhutla sepanjang 2026 hingga Senin (24/8/2026) pukul 09.30 WIB mencapai 1.723 kejadian. Luas area yang terbakar diindikasikan mencapai 1.926,2 hektare.
Tim Satgas Karhutla masih fokus melakukan penanganan di sejumlah daerah rawan seperti OKI, Muara Enim, Musi Banyuasin, Banyuasin, dan Ogan Ilir.
Kendala di Lapangan: Sumber Air Mulai Menipis
Sudirman menyampaikan bahwa tim pemadaman kini mulai kesulitan mendapatkan air di lokasi kebakaran. Kondisi ini memperlambat upaya pemadaman di wilayah-wilayah yang terpantau memiliki titik panas cukup tinggi.
Ia mengimbau masyarakat di daerah rawan karhutla untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. "Hotspot ini terus kita pantau dan menjadi perhatian. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada," tegasnya.