Pencarian

DPRD Sumsel Desak BPBD Petakan Daerah Rawan Karhutla, Anggaran Rp 2 Miliar Dinilai Belum Cukup

Minggu, 02 Agustus 2026 • 12:25:31 WIB
DPRD Sumsel Desak BPBD Petakan Daerah Rawan Karhutla, Anggaran Rp 2 Miliar Dinilai Belum Cukup
Rapat Komisi V DPRD Sumsel bersama BPBD membahas kesiapan penanganan karhutla dijadwalkan pada Selasa pekan depan.

PALEMBANG — Komisi V DPRD Sumatera Selatan akan menggelar rapat dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel pada Selasa pekan depan. Agenda utamanya membahas kesiapan pemerintah menghadapi musim kemarau yang diprediksi lebih panjang dari tahun-tahun sebelumnya.

“Karhutla menjadi perhatian khusus Komisi V. Insyaallah pada Selasa nanti kami akan menggelar rapat dengan BPBD Sumsel untuk membahas kesiapan menghadapi musim kemarau,” ujar David, Sabtu (1/8/2026).

Prioritas Pengawasan di OKI, Ogan Ilir, dan Banyuasin

Politisi Partai Golkar itu menyebut sejumlah daerah harus menjadi prioritas pengawasan karena kerap menjadi langganan karhutla. Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir (OI), dan Banyuasin masuk dalam daftar perhatian khusus.

“Daerah-daerah tersebut harus menjadi prioritas dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla,” katanya.

Anggaran Rp 2 Miliar Dipastikan Tidak Cukup

David mengungkapkan salah satu kendala utama penanganan karhutla adalah keterbatasan anggaran. Pemerintah Provinsi Sumsel baru mengalokasikan sekitar Rp2 miliar untuk penanganan karhutla pada 2026.

“Provinsi Sumsel memang sudah menganggarkan dana sekitar Rp2 miliar untuk penanganan karhutla. Namun persoalan ini tidak bisa ditangani pemerintah provinsi saja. Perlu dukungan pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten/kota agar penanganannya lebih optimal,” ujarnya.

BPBD Diminta Respons Cepat Sebelum Api Meluas

David menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak bisa dibebankan hanya kepada Pemerintah Provinsi Sumsel. Sinergi antara pemerintah pusat, kabupaten/kota, serta seluruh pemangku kepentingan dibutuhkan agar upaya pencegahan berjalan efektif.

“Kami meminta BPBD segera memetakan daerah-daerah rawan dan melakukan upaya pemadaman sedini mungkin. Jangan sampai api menyebar karena kita sudah memasuki musim kemarau, apalagi BMKG memprediksi musim kemarau tahun ini akan berlangsung lebih panjang,” tegasnya.

Meski kondisi karhutla di Sumsel hingga saat ini masih relatif terkendali, David mengingatkan seluruh pihak agar tidak lengah. Ia menegaskan pencegahan harus menjadi prioritas utama.

“Jangan menunggu kebakaran meluas baru bertindak. Pencegahan harus menjadi prioritas agar Sumsel tidak kembali mengalami bencana asap seperti yang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya.

Follow palembangtoday.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: relung.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks