Pencarian

Kasus ISPA di Sumsel Capai 85.032 di Palembang, Dinkes Imbau Warga Waspada Karhutla saat Musim Kemarau

Selasa, 04 Agustus 2026 • 23:16:31 WIB
Kasus ISPA di Sumsel Capai 85.032 di Palembang, Dinkes Imbau Warga Waspada Karhutla saat Musim Kemarau
Warga melintas di tengah kabut asap di Palembang, Sumatera Selatan, saat musim kemarau.

PALEMBANG — Ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menghantui warga Sumatera Selatan di puncak musim kemarau. Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel mencatat kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih mendominasi gangguan kesehatan masyarakat, dengan Kota Palembang sebagai penyumbang kasus tertinggi mencapai 85.032 kasus.

Angka tersebut jauh melampaui daerah lain seperti Muara Enim yang mencatat 30.668 kasus, Musi Banyuasin 17.946 kasus, dan OKU Timur 15.109 kasus. Banyuasin, Musi Rawas, dan Lahat masing-masing mencatatkan kasus di atas 13.000 sepanjang tahun ini.

Penurunan Kasus Bukan Alasan Lengah

Meski data semester pertama 2026 menunjukkan tren penurunan, Kepala Dinkes Sumsel Trisnawarman menegaskan kondisi itu tidak boleh membuat masyarakat lengah. Pada Januari 2026 tercatat 50.651 kasus, lalu turun menjadi 33.582 kasus pada Juni.

"Biasanya setiap musim kemarau memang ada peningkatan kasus ISPA, apalagi jika disertai karhutla yang menyebabkan asap," ujarnya di Kantor Gubernur Sumsel, Selasa (4/8/2026).

Perbandingannya, pada Januari 2025 tercatat 45.131 kasus dan meningkat menjadi 40.067 kasus pada Juni. Pola ini menunjukkan risiko lonjakan kembali menguat seiring masuknya periode kering.

Gejala yang Perlu Diwaspadai Warga

ISPA menyerang saluran pernapasan mulai dari hidung hingga paru-paru. Penyakit ini dipicu infeksi virus, bakteri, jamur, maupun paparan polusi seperti asap kendaraan dan asap kebakaran hutan.

Gejala umum yang dirasakan penderita meliputi batuk, pilek, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, demam, sakit kepala, hingga tubuh lemas. Pada kondisi berat, penderita bisa mengalami sesak napas, nyeri dada, demam tinggi berkepanjangan, bahkan bibir membiru sehingga memerlukan penanganan medis segera.

"Ancaman ISPA masih tetap ada. Karena itu masyarakat harus menjaga kesehatan dan mengurangi paparan asap, terutama jika terjadi kebakaran hutan dan lahan," kata Trisnawarman.

Lima Kelompok Paling Rentan Terdampak

Balita, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis menjadi kelompok paling rentan karena daya tahan tubuhnya lebih lemah. Dinkes Sumsel meminta keluarga dengan anggota berisiko tinggi meningkatkan kewaspadaan saat kualitas udara memburuk.

Langkah pencegahan yang disarankan antara lain membuka ventilasi rumah pada pagi hari, menghindari asap rokok dan pembakaran sampah, serta memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan. Pola hidup bersih dan sehat seperti mencuci tangan, mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga teratur, dan istirahat cukup juga disarankan untuk menjaga imunitas.

"Jangan menunggu sampai kondisi memburuk. Jika mengalami batuk yang tidak kunjung sembuh, demam tinggi, atau sesak napas, segera periksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit agar mendapatkan penanganan lebih cepat," tegas Trisnawarman.

Follow palembangtoday.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumsel.akurat.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks