Pencarian

Dinkes Sumsel Siagakan Seluruh Faskes Hadapi Lonjakan ISPA Saat Puncak Kemarau, Palembang Catat 85.032 Kasus

Senin, 10 Agustus 2026 • 13:27:01 WIB
Dinkes Sumsel Siagakan Seluruh Faskes Hadapi Lonjakan ISPA Saat Puncak Kemarau, Palembang Catat 85.032 Kasus
Dinkes Sumsel menyiagakan seluruh fasilitas kesehatan menghadapi potensi lonjakan kasus ISPA pada puncak musim kemarau Agustus hingga September.

PALEMBANG — Dinkes Sumsel meminta seluruh jajaran kesehatan di tingkat kabupaten dan kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi memburuknya kualitas udara, seiring perkiraan puncak musim kemarau yang berlangsung pada Agustus hingga September. Instruksi ini tertuang dalam surat edaran yang terbit sejak 2 Juni 2026, sebagai tindak lanjut penetapan status siaga darurat bencana asap.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel, Ira Primadesa Ogahtriyah, menegaskan kesiapsiagaan ini mencakup penguatan surveilans penyakit hingga memastikan puskesmas, pustu, poskesdes, dan rumah sakit siap melayani jika terjadi peningkatan jumlah pasien.

"Kami sudah meminta seluruh Dinas Kesehatan kabupaten dan kota meningkatkan kewaspadaan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, memperkuat surveilans penyakit, hingga menyiagakan fasilitas pelayanan kesehatan apabila terjadi peningkatan kasus," katanya di Palembang, Minggu.

Daftar Daerah dengan Kasus ISPA Tertinggi di Sumsel

Meski secara agregat menurun, sejumlah wilayah masih mencatatkan beban kasus yang tinggi. Berdasarkan data Dinkes Sumsel, Palembang menjadi daerah dengan akumulasi kasus ISPA tertinggi sepanjang Januari hingga Juni 2026.

  • Palembang: 85.032 kasus
  • Muara Enim: 30.668 kasus
  • Musi Banyuasin: 17.946 kasus
  • OKU Timur: 15.109 kasus
  • Banyuasin: 14.140 kasus
  • Musi Rawas: 13.700 kasus
  • Lahat: 13.523 kasus

Mengapa Kewaspadaan Tetap Tinggi Meski Kasus Menurun?

Data Dinkes Sumsel mencatat kasus ISPA pada Januari 2026 mencapai 50.651 kasus, kemudian turun menjadi 33.582 kasus pada Juni. Angka ini lebih rendah dibanding periode yang sama di 2025, di mana Januari mencatatkan 45.131 kasus dan Juni meningkat menjadi 40.067 kasus.

Kendati tren menunjukkan perbaikan, Ira menegaskan pihaknya tidak mengurangi kewaspadaan. Puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi dua bulan ke depan menjadi faktor utama yang berpotensi memicu peningkatan kasus baru.

Melalui surat edaran tersebut, setiap daerah yang terdampak karhutla diminta menyiapkan posko kesehatan, memastikan logistik medis tersedia, serta melaporkan perkembangan kasus ISPA dan pneumonia setiap pekan sebagai bahan evaluasi. Koordinasi lintas sektor dan pemantauan kualitas udara juga diperkuat.

Langkah Pencegahan yang Disarankan untuk Warga

Dinkes Sumsel mengimbau masyarakat untuk tidak menunggu hingga kondisi memburuk. Beberapa langkah pencegahan utama yang disarankan antara lain menjaga kualitas udara di dalam rumah, menghindari asap rokok dan pembakaran sampah, serta menggunakan masker saat kualitas udara di luar ruangan memburuk.

Masyarakat juga diminta memperbanyak konsumsi air putih, mengonsumsi makanan bergizi, dan beristirahat cukup. "Jangan menunggu sampai kondisi menjadi berat. Bila keluhan tidak membaik atau muncul sesak napas, segera datang ke puskesmas atau rumah sakit agar dapat ditangani lebih cepat," pungkas Ira.

Follow palembangtoday.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks